Friday, June 17

Di Halte Itu


Di Halte Itu
(Kamis, 4 Februari 2011-Hari Pertama)
                Pagi ini aku terlambat berangkat ke sekolah. Pagi ini ternyata banyak sekali pembeli yang datang ke warung nasi uduk ibuku. Ya, setiap pagi aku selalu membantu ibu dahulu di warung sebelum berangkat sekolah. Karena hanya dari situlah penghasilan keluarga kami. Selama ini ibu yang membanting tulang menghidupi keluarga kecil kami. Yang bisa dilakukan laki-laki yang biasa aku sebut ‘Bapak’ itu tidak lebih dari sekedar duduk-duduk sambil memerintah-merintah orang. Membentak-bentak dan memukul sudah jadi kebiasannya setiap hari. Sebenanya aku sudah muak dengan hidupku. Apalagi dengan bapakku itu. Sama sekali tidak bisa diandalkan.
                “ Mana sih nih angkotnya? Lama banget! Bisa-bisa aku makin telat ini ke sekolahnya”, umpatku.
Kenapa di sebelah sini tidak ada haltenya sih, sungutku dalam hati. Sambil menunggu angkot, aku melihat ke seberang jalan sana. Aku tertegun. Di seberang sana aku melihat pemandangan yang menyayat hati. Seorang nenek tua renta duduk di halte itu. Tanpa gerak, tanpa kata. Hanya duduk saja. Entah apa yang dilakukannya di halte itu. Ia hanya duduk terdiam tanpa berkata apapun. Matanya menerawang jauh, seperti tengah memikirkan sesuatu. Mungkin ia menunggu anaknya atau barangkali cucunya untuk menjemputnya di situ. Mungkin pula ia lupa ingatan, hingga ia lupa jalan kembali kerumahnya. Mungkin menurut orang awam pemandangan itu biasa saja, tapi entah mengapa nenek itu menarik perhatianku.
Aku terus memperhatikan nenek itu dari seberang jalan. Nenek itu berpenampilan sangat lusuh. Entah sudah berapa lama kulit keriputnya itu tak tersentuh air. Entah berapa lama rambutnya yang acak-acakan itu tidak terkena sisir. Nenek itu mengenakan pakaian yang sangat sederhana.  Wajahnya menyiratkan beban hidup yang sangat berat. Orang-orang di halte itu seakan-akan enggan berdekatan dengan nenek itu. Mungkin mereka menyangka nenek itu orang gila. Atau bahkan mungkin mereka enggan karena merasa nenek itu tidak sederajat dengan mereka yang berpenampilan ‘mahal’. Aku terus memperhatikan nenek itu. Tapi sayang, aku tidak bisa memperhatikannya lebih lama karena angkotku sudah datang. Jadi aku memutuskan untuk segera naik angkot itu sebelum aku terlambat lebih lama lagi.
(Jumat, 5 Februari 2011-hari kedua )
                Prang! Bruk!
                Pagi itu terdengar suara piring pecah dan pintu dibanting di rumah kecil itu. Entah apa yang terjadi di dalamnya. Tidak ada yang mendengar. Tidak ada yang perduli.
                Aku keluar dari kamar dan mendapati bapak yang sedang mengangkat tangannya hendak memukul ibu. Aku langsung menghampiri dan menengahi mereka.
                “ Ada apa sih, Pak?”, tanyaku.
                “ Jangan ikut campur kamu! Ini urusan bapak sama ibumu yang tidak berguna ini”.
                “ Ani bukan mau ikut campur, Pak. Tapi sebenarnya ada apa , Pak?” tanyaku lagi sambil menahan emosi.
                “ Ini nih ibu kamu bukannya jualan malah malas-malasan di kamar. Mau makan apa kita kalau dia hanya malas-malasan saja!”.
                Demi mendengar jawaban bapak yang menghakimi ibu, darahku mendidih. Rasanya ingin aku melempar sesuatu ke wajahnya. Ingin aku merobek mulutnya yang penuh dusta itu. Beraninya ia menyalahkan ibuku seperti itu. Apa dia tidak pernah berkaca, siapa yang setiap hari hanya bisa bermalas-malasan saja. Bukankah seharusnya ia yang membanting tulang menghidupi keluarga kami. Bukankah seharusnya ia yang menjadi nahkoda dalam bahtera hidup kami? Tapi semua itu kusimpan dalam hati. Karena ibu selalu mengajarkanku untuk tetap menghormati bapak meskipun ia seperti itu. Kutahan amarahku semata-mata karena menghormati ibu. Lalu kujawab ayah, “ Ibu kan sedang sakit, wajar kalau ia tidak berjualan hari ini. Kenapa tidak bapak saja yang menggantikan ibu barang sehari-dua hari? Bukankah seharusnya bapak yang mencari nafkah untuk keluarga ini?” Akhirnya kata-kata itu pun keluar dari mulutku.
                “ Jangan kurang ajar kamu ya!”, teriak bapak sembari mengangkat tangannya hendak memukulku. Namun ibu segera bangkit dari tempat tidur dan menahan tangan bapak. Kemudian dengan suara lemah ia berkata, “ Sudah kalian berdua jangan bertengkar,uhuk uhuk! Pak, ibu akan jualan hari ini, tenang saja. Ani, bukankah kamu harus sekolah? Ayo cepat berangkat, nanti kamu terlambat.”
                “ Baik, Bu. Ani berangkat ya. Assalamualaikum.”
                Ibu selalu saja seperti itu. Ia selalu saja mengalah. Ia selalu menganggap keluarganya baik-baik saja. Selalu membela bapak walau ia tahu bapak salah. Sampai kapan bu, kau mau dizalimi oleh laki-laki tidak tahu malu itu . Sampai kapan.  Ia tidak mau bercerai dengan bapak, ia bilang jadi janda itu tidak enak. Selalu jadi bahan omongan orang. Walau berbuat baik, pasti selalu dianggap tidak baik oleh orang. Ibu tidak mau jadi bahan omongan tetangga nak. Setiap aku meminta ibu untuk berpisah dengan bapak , selalu itu jawab ibu. Aku selalu saja begini, hanya bisa berbicara pada diri sendiri. Tidak pernah bisa berbuat sesuatu yang nyata.
                Pagi ini, aku lihat lagi sang nenek tua itu di halte. Semakin hari penampilan nenek itu semakin semrawut saja. Semakin tidak terawat. Aku bertanya-tanya kemana keluarga sang nenek. Apa benar nenek itu sudah kehilangan akalnya. Atau dia lupa ingatan. Apa ada orang yang perduli dengannya? Apa dia sudah makan? Huft, yang aku bisa hanya bertanya. Tiba-tiba aku tersadar. Apa yang aku alami dalam hidupku tak sebanding dengan derita sang nenek. Biarpun keluargaku miskin, tapi kami masih punya penghasilan dari hasil ibu berjualan nasi uduk. Biarpun keluargaku tidak harmonis seperti yang lain, tapi paling tidak kami masih bisa saling berbagi satu sama lain. Tapi nenek itu, entah sudah berapa lama ia di halte itu. Entah apa ia pernah pergi meninggalkan halte itu. Tanpa teman, tanpa saudara. Tanpa makanan, tanpa pakaian, tanpa sesuatu apapun. Terima kasih Ya Allah, Engkau telah mempertemukanku dengan nenek itu. Sehingga aku bisa lebih bersyukur. Kutekadkan hatiku untuk menemui sang nenek, keesokan hari. Karena esok adalah hari libur, maka aku bisa membawakan makanan untuk nenek itu. Tunggu aku ya, Nek!
(Sabtu, 13 Februari 2011)
                Sudah seminggu ini aku tidak berangkat ke sekolah. Karena ternyata penyakit ibu bertambah parah. Jadi aku harus merawat ibu sekaligus membantu ibu jualan karena seperti biasa bapakku itu tidak bisa diandalkan. Alhamdulillah, keadaan ibu sudah membaik. Dan hari ini aku meminta izin pada ibu untuk pergi sebentar ke halte menemui sang nenek sambil membawakan beberapa pakaian dan makanan untuknya. Niatku untuk mengunjungi sang nenek di halte itu pun baru bisa terealisasi hari ini.
“ Bu, Ani pergi menemui sang nenek di halte yang tempo hari Ani ceritakan ya bu.”
“ Iya, Nak. Pergilah. Salam dari ibu untuk nenek itu ya.”
                Aku melangkahkan kakiku dengan riang. Aku membayangkan mengobrol dengan nenek itu. Akhirnya aku akan tahu cerita nenek yang selalu duduk di halte itu. Entah kenapa aku merasa sebahagia ini. Mungkin Tuhan sengaja mempertemukan aku dengan nenek itu agar aku bisa lebih bersyukur dalam menghadapi hidup ini.
                Sesampainya di seberang halte itu, aku tertegun. Tidak ada pemandangan yang biasa aku lihat. Nenek itu sudah tidak ada di halte itu. Kemana nenek itu? Apa dia sakit? Atau dia dibawa Satpol-PP? Berbagai pertanyaan berkecamuk di pikiranku. Aku pun bergegas ke seberang menuju halte itu. Aku menengok kiri-kanan untuk mencari sang nenek. Namun nenek itu tidak ada disana. Aku berinisiatif untuk menanyakan pada orang-orang di sekitar situ. Aku menyamperi abang tukang minuman di sebelah halte.
“ Selamat siang, Bang!”
“ Iya, Neng. Mau beli minum apa?”
“ Oh, enggak Bang. Saya mau numpang tanya sama abang.”
“ Nanya apa, Neng?”
“ Abang tahu enggak nenek yang sering duduk di halte itu,” tanyaku sambil menunjuk ke arah halte. “ Nenek yang berpenampilan semrawut itu lho, Bang.”
“ Oh nenek gila itu? Dia sudah mati 2 hari lalu. Entah dikubur dimana. Kemarin polisi yang mengurusnya. Kasian nenek itu, tidak punya keluarga dan sanak saudara. Mungkin pas dia mati pun tidak ada yang sadar.”
                Aku terkejut mendengar kabar dari abang tukang minuman. Entah kenapa aku merasa sangat sedih. Padahal aku sama sekali tidak ada hubungan darah dengan sang nenek. Aku terlambat! Sekarang aku tidak akan pernah bisa tahu kisah sang nenek. Apa yang sebenarnya terjadi dengannya.
“ Neng, sodaranya si nenek?”
                Teguran si abang menyadarkanku. Lalu aku pun menjawab, “ Bukan bang. Cuma saya pengen banget ketemu sama nenek itu. Kalau begitu, terima kasih ya Bang. Permisi. Assalamualaikum.”
                Aku berjalan gontai pulang ke rumah. Menenteng kantong yang berisi baju-baju bekas yang masih bisa dipakai di tangan kiriku dan rantang berisi nasi uduk serta lauk-pauk di tangan kananku. Tadinya kedua barang itu akan kuberikan kepada sang nenek. Tapi sekarang sepertinya harapanku itu tidak akan terwujud. Nenek itu sudah bahagia disana. Ternyata Tuhan lebih menyayanginya daripada aku atau bahkan keluarganya. Selamat jalan, Nek! Meskipun aku belum berkenalan denganmu, namun melalu engkau Tuhan telah mengajarkan aku untuk bisa lebih bersyukur menjalani hidup. Kau pasti telah tersenyum bahagia di atas sana bersama dengan Penciptamu.

-Alvianda Dwi A.-

Got Quoted?

Saat kamu merasa terabaikan oleh sahabatmu, ingatlah bahwa ia juga butuh waktu untuk menjalani hidupnya sendiri.
-Alvianda Dwi A.-

Friday, June 10

Hello Again :)

Hello there,

It's been quite long since my last post 'My 5 Favourites Male'. I was so busy with my life and job and also with my love life. So many happened for the past few weeks.But I can't tell you what was happened. But I'm doing just fine.
Hmm, I don't know what I'm gonna write today, just letting my fingers and mind to write anything they want. LOL :) You know (I bet you don't :p), my life is pretty crazy. So many things had happened since I wa a kid. But I didn't regret it all. Honestly, sometimes I sick of it but I thank God for what had happened in my life. My past which create who am I now.

I'll tell you a little bit of my story. Enjoy!
My father and mother were divorced since I was a kid. A little one. I forget about my age, but if i wasn't wrong, I was in the first grade. I didn't know what happened to my parents back then. All I remember that, my parents didn't get along together. Maybe it was the easiest and the best way for them to divorced. And I didn't regret it at all. To shorten the story, me & my brother were stayed with my Mom. She worked really really hard for us. She wanted us to live properly. She had done very well to raise us. *without any helpfrom my dad* Good job MOM! I'm so happy to have mother like you. Many thanks never enough to thank my mom for what she had done.
My childhood didn't like the other child. It was full of violence and many issues. But once again I didn't regret it at all. Because of that, I am now more mature than my friends around me. And I know that this couldn't be better for me. Because God (I really love You Allah SWT ), had created a wonderful life for me. Even it was pretty though at the first, but I believe it would be a nice and great at the end. God love me, no matter what.
Now, all I wanna do, just live my life full and properly with many gratitudes and no regret. Life is pretty good to live for. And I wanna make my Creator (God) to be proud of who I am. And I will make God says, " This creatures had done all the task I've given to her with such a graceful way. And she never complained about anything even for the worst. I'm proud I had created her and have her as one of my best creatures".

That's it! I don't know what to say anymore. Thanks.

xoxo,
Alvianda Dwi A.



Thursday, May 12

My 5 Favorites Male

In your life, I bet you have a favorite person. Everybody does. And so do I. In this post, I will write down my 5 favorite male in my life. And also with the reason why I like and love them. Here you go:
(the numbers do not indicate the level of the favorite)

    1.     Michael Buble

      Michael Steven BublĂ©  a.k.a MB was born in  Burnaby, British Columbia, Kanada, on September 9th, 1975. He is a Jazz singer from Canada. He has won several awards, including two Grammy Awards  and multiple Juno Awards. His first album reached the top ten in Canada and the UK. He found worldwide commercial success with his 2005 album It's Time, and his 2007 album Call Me Irresponsible was an even bigger success, reaching number one on the Canadian Albums Chart, the U.S. Billboard 200 chart, the Australian ARIA Albums Chart and the European charts. BublĂ© has sold more than 35 million albums worldwide.
(Wikipedia)

He is a handsome man. His voice is wonderful. I can't get through my day without listening to his beautiful and easy-listening song. My favourite song is Everything, I Just Haven't Met You Yet, Home, and Crazy Love. And Ihope that he will throw a concert in Indonesia as soon as posible. And when he did, i hope i have enough money to see his concert. Amin


(Alvianda Dwi A.)  


2. Mark Salling
Mark Wayne Salling was born on August, 17th, 1982. He is an American actor and musician. He is known for his role as Noah "Puck" Puckerman on the comedy television series, Glee.

Puck Bad Boy Look
(Wikipedia)

Mark Salling is so handsome. I love his bad boy look. Ahh, I just really like his face. Actually, I know about Mark Salling when he played as PUCK on Glee. And I just love him more, when Puck started to love Lauren Zizes. And he done everything to make Lauren falling in love with him. I wish there is a man who done same thing to me. I hope I can meet Mark Salling before I die. Amin
Me and Puck
( Alvianda Dwi A)
3. B.J. Habibie

President of Indonesia-The Third


Bacharuddin Jusuf Habibie was born June 25th, 1936, also known as B. J. Habibie. He was the third President of Indonesia, holding office from 1998 to 1999.
Bacharuddin Jusuf Habibie was born in Pare-Pare, South Sulawesi, to Alwi Abdul Jalil Habibie and R. A. Tuti Marini Puspowardojo. He studied at the Bandung Institute of Technology for one year. Although B.J. Habibie himself was born in South Sulawesi, B.J. Habibie's parents didn't come from this region. His father was an agriculturist from Gorontalo and his mother was a Javanese noblewoman from Yogyakarta, who met while studying in Bogor.
Happy Couple-Habibie & Ainun
 ( Wikipedia)


B.J. Habibie is one of my favorite President besides Soeharto. He seemed like a gentleman. Truly gentleman. I'm so envy with his relationship with Hasri Ainun Besari or known as 'Ibu Ainun'. His love seems so big to her. And he also a smart man. I wish i could meet him before death, although it's mine or his death. I respect him so much. Great job what you did, Sir.
 ( Alvianda Dwi A.)

4. Dude Harlino
Dude Harlino was born in Jakarta, December 2nd, 1980. He is an actor from Indonesia. He acted in Indonesian Serial Drama known as 'Sinetron' and also in movie.He has a won several awards, such as Best Actor on Panasonic Awards in 2007 and 2010, Favorite Actor on Nickelodeon Kids Choice Awards.
 (Wikipedia) 
Dude is a handsome man. Since first I saw him, I just falling in love with him. His talent on acting is awesome. And he is not like others actors/actresses. He never made a scandal just to boost his popularity. His popularity and career are increase by his achievement not because rumours or gossips or even scandals. And he is really a good moslem. He is so religious., which make me falling in love more. But, I'm kinda sad and upset right now. Because he is now with Asmirandah. Sometimes, I'm wondering if he was my soulmate. And will we get married someday? But I think it's imposible now. Poor me! But anyway, I still love him and he's my favorite male. :)
 (Alvianda Dwi A.)



5. Valentino Rossi






Valentino Rossi was born on February 16th, 1979 in Urbino, Italy. He is an Italian professional motorcycle racer and multiple MotoGP World Champion. He is one of the most successful motorcycle racers of all time, with nine Grand Prix World Championships to his name – a record seven of which are in the premier class.


Following his father, Graziano Rossi, Rossi started racing in Grand Prix in 1996 for Aprilia in the 125cc category and won his first World Championship the following year. From there, he moved up to the 250cc category with Aprilia and won the 250cc World Championship in 1999. He won the 500cc World Championship with Honda in 2001, the MotoGP World Championships (also with Honda) in 2002 and 2003, and continued his streak of back-to-back championships by winning the 2004 and 2005 titles after leaving Honda to join Yamaha, before regaining the title in 2008 and retaining it in 2009. He left Yamaha to join Ducati for the 2011 season.
Rossi is first in all time 500 cc/MotoGP race wins standings, with 79 victories, and second in all time overall wins standings with 105 race wins (behind Giacomo Agostini with 122).

(Wikipedia) 

Rossi & his 46 Bike
Valentino Rossi is one of my favorite rider. He is the best rider i ever seen. And he's so low profile. He's so cute too. He has won the MotoGP World Championship several times. He's awesome. I hope i can meet him before i die. But I kinda upset when he decided to leaving Yamaha and join Ducati. Rossi is like Yamaha soulmate. And when he left Yamaha, it feels like there is no special things anymore. And that's one of the reason why i didn't watch MotoGP lately. But I still love him though. :)
 (Alvianda Dwi A.)



Wednesday, May 11

Platinvm Workshop


pink texturePlatinvm Management

Platinvm Modeling & Personality Limited Workshop – May-June, 2011

Untuk lebih memperkenalkan dan mempersiapkan calon model terhadap dunia fashion, khususnya profesi model catwalk  dan foto model, kami mengadakan ‘Platinvm Modeling & Personality Limited Workshop’ dengan materi sebagai berikut:

Day 1     Personal Talented & Being a Model Professional by   
         Ichwan Thoha
  • Data pribadi, wawancara, diskusi, dan penjelasan awal tentang model & talenta
  • Kepribadian Model
  • Postur & Gestur
  • Menghadapi kamera photo
  • Ulasan sekitar profesi model
  • Mempersiapkan ke sebuah audisi
Day 2    Training How to walk, blocking, gesture, expression

  •    Pelatihan cara berjalan diatas catwalk, dan berpose, dengan format koreografi
  •   Berlatih dengan para model professional dari Platinvm Management. Pelatihan dengan arahan gaya dari seorang profesional fashion stylist
Day 3      Photosession
  • Mendapat latihan untuk photosession dengan berbagai gaya & teknik foto
  •  Foto profil / mendapatkan foto komposit (design & layout by platinvm)
 Latihan ini akan dikenakan biaya sebesar Rp 500,000 untuk 3hari, termasuk :  2x lunch pada latihan jalan + photosession

Syarat Pendaftaran:
Male & Female, min. Height 165 cm
Isi formulir dan pembayaran langsung di kantor platinum dengan Vianda: 0217269178  Dateline:  May 18, 2011



Tuesday, May 10

Got Quoted?

" Teman yang baik itu layaknya tong sampah. Sebau-baunya dan seburuk-buruknya kita ia masih mau menerima kita apa adanya".

-Alvianda Dwi A.-

Monday, May 9

B.A.P.U.K


Olla fellas,

Hari ini aku ke YES TV lagi. Maklum ngejar setoran neh. Tapi sayang ternyata hari ini bapuk sekali. Aku ga dapet kostumer hari ini. L udah gitu hari ini sepi banget lagi di kantor. Jadi males deh eike. Udah gitu hari ini Mr. Kepo annoying banget. Nyebelin sumpah. Keliatan banget hatinya busuk. Untung aku udah ga suka sama dia. Sok-sok ngedekatin gitu lagi. Hello, gw bukan tempat persinggahan lo ya! Saat lo butuh aja dateng ke gw, giliran gak aja, pernah gitu lo perhatian ma gw??!!. Yasudahlah yaa..penting banget ngebahas si Mr. Kepo itu. Mending sama Mr. #nomention. Cowok yang baik sekali. Ahh saya mau sama Mr. #nomention. Hehehe. Berharap untuk yang terbaik sajalah. Amin

Sunday, May 8

Mixed Day

Hey there,

Yeay, it's Saturday again. Time ran very fast.  And now here come Saturday again. Today, i went to my another office – YES TV. I works freelance here. I only work on Saturday/ Sunday here. But, if I wasn’t really tired I works on both days. On Monday to Friday I works in Platinvm Models Management. I think it’s enough for the intermezzo.
I left early this morning. And it was such a great day. And my mood seems good too. When I arrived at the office, I was shocked. It was really full at office. Because the telemarketer was increasing, but the room wasn’t. Hahaha, yap there were a new kids at the office. One of them is pretty handsome, but honestly he already had a girlfriend.
Alhamdulillah I got new customer today. Although it was only the bundling speedy customer (the fee is lower than the regular one). Hope tomorrow I will get another customer. Because I really need money to help my family.
Today was really fun at office. We had a great time together. We are so solid here. We talked a lot. And we are planning to go to Puncak for vacation together. But I don’t know yet if I could come with them. But they insist me to go. I really want to go because I think that it’s gonna be so much fun. I hope I could get a long with them. Amin
Hmm, I wanna tell you about someone. Someone that I used to be loved. I didn’t know either if it was love or just care. I used to like his attention, careness, and when we were talking together I felt like we had a lot in common. But now, all changed. He disgust me. It was all because what he did. He always want to know about what people around him doing. That’s why I called him Mr. Want-To-Know or Mr. Kepo. From now, when I want to tell about him I will write Mr. Kepo to indicate it was him. And he act like a playboy too. He thinks that every woman likes him, and it disgust me a lot! I think it’s enough about him. Hahaha.
And it was sad day too. Because today is  " My Auntie's 40 days Tahlilan". All the family were here. We prayed for her. So much tears drop tonight. It really made me sad. God, please take care my Auntie Lidia Budi Rahayu . Amin

Good night!

Saturday, May 7

Searching For New Model

Hello Reader,
I wanna tell you some info.  Since February, I am working on Model Agency. The Agency called Platinvm. My auntie own that agency. I work here as a model booker. And now, our agency are looking for some new talent who wants to be a model. And there would be a workshop for limited future model And if you interested or need more information , you can email me on agustiandini.vianda@gmail.com. Or you can comment on this post. Please share this post to your friends, family, and relatives. Maybe one of you are what we are looking for. :)
Thank you so much,

xoxo


Friday, May 6

Have you ever come to Bali?or have u heard about Bali?what do u think of it?

yes..beautiful island.but i prefer Raja Ampat islands to Bali

Ask me anything

WYR- Meet Britney but Britney ignore you or Never meet Britney at all..

meet britney, even if she ignored me, at least i met her, the pop diva

Ask me anything

What's your favorite Mexican food dish?

burritos

Ask me anything

Jalan Setapak Itu


         Sore ini, aku kembali lagi ke jalan setapak itu. Aku berada di ujung jalan setapak itu sekarang. Aku tidak ingin berada disini. Tapi kaki ini membawaku kembali kesini. Aku pun tak mengerti mengapa. Karena aku membenci jalan setapak itu. Terlalu banyak hal buruk yang terjadi di jalan setapak itu menurut orang-orang kampung. Tapi, setiap hari aku selalu berada disini, pada waktu yang sama. Seolah-olah ada seseorang yang menggiringku kesana. Sesuatu yang tak tampak.
          Tidak ada yang spesial di jalan setapak itu. Jalan setapak itu hanya jalan biasa yang menghubungkan dua buah kampung. Jalan setapak itu pun sangat sepi dan jarang dilalui oleh orang-orang kampung. Mungkin karena sebagian besar orang di kedua kampung tahu apa yang pernah terjadi di jalan setapak itu. Tapi aku tidak pernah memahami benar apa yang terjadi di jalan setapak itu. Hanya samar-samar bisa kulihat dalam bayanganku. Yang aku tahu, aku seperti mempunyai hubungan batin yang sangat besar namun tak terlihat oleh jalan setapak itu. Dan perasaan yang kurasakan pada jalan setapak itu adalah perasaan benci yang luar biasa besar. Entah mengapa, aku pun tak tahu.
          Aku hanyalah anak kampung biasa. Aku tidak mempunyai ayah ataupun ibu. Aku dibesarkan oleh Mak Icih. Kata orang-orang mereka adalah nenekku. Tapi aku yakin kalau aku tidak punya nenek. Dahulu aku ingat aku pernah punya ibu. Namun, anehnya aku tidak bisa mengingat kenangan apapun tentang ibuku. Tapi aku yakin aku punya ibu. Bagaimana mungkin seorang anak bisa lahir tanpa seorang ibu. Benarkan? Sampai umurku 17 tahun ini, aku tidak pernah bisa mengingat kenangan-kenangan dari aku kecil sampai berumur 7 tahun. Seringkali aku bertanya pada Mak Icih tentang masa kecilku. NamunIa seperti enggan untuk menceritakannya. Atau mungkin dia memang sudah tidak ingat? Toh umurnya pun sudah mencapai kepala tujuh.
         
10 tahun yang lalu…

          “ Bu, kita mau kemana sih?”, tanya seorang anak kecil kepada ibunya.
          “ Pergi dari sini, Nak. Tidak ada lagi yang tersisa untuk kita di kampung biadab ini. Terlalu banyak hal nista di kampung ini, Nak. Ibu tidak ingin pengaruh buruk ini menimpamu”, jawab sang Ibu.
          “ Tapi bapak kan tinggal di kampung ini, Bu. Masa kita tinggalin Bapak sendiri? Nanti siapa yang mengurus bapak? Yang ngasih bapak makan?”, tanya sang anak beruntun.
          “ Sudahlah, Asep! Jangan kau bicarakan lagi bapakmu yang brengsek itu. Dia tidak baik. Biar saja perempuan binal itu yang mengurus bapakmu. Toh, bapakmu lebih memilih perempuan itu daripada ibu!”.
          Sang anak terdiam mendengar jawaban ibunya. Sejujurnya dia tidak terlalu mengerti apa yang dimaksudkan ibunya. Tapi ia enggan untuk berdebat dengan ibunya. Karena yang ia lihat, ibunya sangat letih dan penuh dengan peluh. Sang ibu pun terdiam. Ia menyesal. Seharusnya ia tidak melampiaskan kemarahannya ke sang anak. Kemarahan karena sang suami yang brengsek bermain wanita di hadapannya. Yang setiap hari hanya bisa memukulinya, mencuri uangnya, dan selingkuh di depan matanya.
          Sang ibu dan anak berjalan sore itu di jalan setapak yang menghubungkan kedua kampung. Mereka pergi meninggalkan kampungnya yang lama dan berniat pergi ke kampung seberang untuk memulai hidup yang baru disana. Petang itu, jalan setapak itu sangat lengang. Ya, jalan setapak itu memang hanya ramai saat pagi saja. Saat orang-orang pergi ke sawah di tepi-tepi jalan setapak itu. Menjelang petang, biasanya para petani sudah sampai dirumah masing-masing.
          Ibu dan anak itu terus berjalan. Jarak antara kedua kampung itu memang lumayan jauh. Sang anak meminta kepada ibunya untuk berhenti sejenak karena ia sudah kelelahan. Mereka memang belum makan apapun dari pagi. Namun, sang ibu memaksa sang anak untuk terus berjalan. Jalan setapak itu tidak diterangi oleh lampu jalanan. Karena itu sang ibu ingin sampai di kampung seberang sebelum gelap.
          Tiba-tiba ada suara derum motor di belakang mereka. Mereka pun menoleh untuk melihat siapa gerangan yang lewat. Sang ibu berpikir mungkin mereka bisa ikut menumpang. Namun, sang ibu panik saat melihat ternyata segerombolan orang yang naik motor itu adalah preman-preman kampung yang suka memalak warga dan berbuat keonaran. Sang ibu pun segera menarik lengan anaknya untuk lari dari situ. Namun, sayangnya preman-preman itu sudah melihat mereka. Mereka menghadang sang ibu dan anak itu. Mereka berjumlah empat orang. Salah seorang dari mereka maju dan menarik sang anak menjauh dari ibunya. Dan tiga orang preman lainnya maju mendekati sang ibu. Mereka mulai menarik-narik baju sang ibu. Sang ibu dan anak berusaha melawan. Namun sayang mereka tidak berdaya. Mereka berteriak-teriak minta tolong, namun tak ada yang mendengar mereka.
          Akhirnya para biadab itu melampiaskan nafsu hewani mereka kepada sang ibu malang tersebut. Sang anak hanya bisa melihat ibunya dipersetubuhi oleh ketiga lelaki biadab itu. Ia menangis karena tahu itu tidak baik untuk ibunya. Meskipun ia tidak mengerti apa yang ketiga pemuda itu lakukan terhadap ibunya. Yang ia tahu, ibunya menangis dan memberontak terus menerus. Sampai akhirnya ibunya diam, karena sudah tidak snaggup melawan lagi. Tiba-tiba sang preman ke-empat melemparnya ke pematang sawah. Kepalanya terbentur batu dan berdarah-darah. Sang ibu yang melihat hal tersebut langsung berteriak histeris, ” Tidak! Asep!.” Sang anak hanya bisa mendengar dua kata itu sebelum ia tak sadarkan diri. Entah ia pingsan atau mati. Yang jelas sawah disekitarnya berubah warna menjadi merah pekat.
          Setelah melampiaskan nafsu mereka, preman-preman itu pun ikut membunuh sang ibu dengan mencekiknya sampai mati. Tak ada saksi satupun yang melihat aksi mereka. Hanya Tuhan yang mengawasi gerak-gerik mereka. Tapi mereka sudah tidak perduli akan Tuhan. Mereka meninggalkan jalan setapak itu tanpa rasa bersalah sedikitpun karena telah menodai serta mengambil nyawa seorang ibu dan anaknya. Bahkan mereka tertawa sepanjang perjalanan seolah-olah bangga dengan apa yang telah mereka perbuat.
          Keesokan paginya seorang nenek lewat di jalan setapak itu. Ia melihat ada dua onggok mayat tergeletak di pematang sawah. Ia langsung berteriak minta tolong. Namun sayang, sang ibu sudah tidak bernyawa. Namun sang anak masih bisa diselamatkan,meskipun ia mengalami gegar otak yang cukup parah. Nenek itu biasa dipanggil Mak Icih. Karena kasian terhadap anak itu, akhirnya iya pun merawat anak itu seperti cucunya sendiri.

          Sekarang...

          “ Cu, ayo kita pulang. Ini sudah petang. Tidak baik berada disini saat petang. Banyak setan.”
          “  Ah, nenek. Nenek tidak percaya hal-hal gaib seperti itu kan?", kata sang cucu. " Kenapa ya, Nek  setiap saya berada disini saya merasakan kebencian yang luar biasa pada tempat ini. Tapi saya sama sekali tidak ingat apa yang terjadi. Nenek tahu?”, lanjutnya.
          “ Tidak tahu, Cu. Sudahlah jangan dipikirkan. Ayo kita pulang!”, paksa sang nenek.
          Akhirnya sang cucu dan nenek itu beranjak pulang kerumah mereka. Sang cucu yang dahulunya sang anak merasa ingin tinggal. Namun, ia tak mau meninggalkan neneknya pulang sendiri. Ia menengok ke jalan setapak itu, dan sekilas ia seperti melihat seorang wanita melambai padanya dengan senyum terukir indah di wajahnya.
          

Rain Makes Me Wet

Dear today,
This morning is begin with a cloudy skies which is I love so much. Why I love this cloudy skies? Because lately the weather is very unfriendly. It's like there is more than one sun shining on the earth. And it's totally a really really hot weather. That's why I really love the skies today.But it's before it turns to a heavy rain.
I took public transportation to the office. The weather is really friendly when I left home. It's windy and cool. First, I took a public transportation called 'angkot' which is stands for 'angkutan kota'. After I took 'angkot', I switched to bus. This bus is called ' Koantas Bima'. After I sat on the bus, I fell asleep. Because it took approximately 1 hour to get to the office. I woke up just before i had to get off of the bus. And all I see is raining outside the bus. A heavy one. I was confused, how can I get off the bus. Because I had to get off at traffic lights intersection and continue the journey to work by foot. I decided to get off the bus at bus station. I stood there long enough because the rain is getting heavy. And I got wet because it was a windy heavy rain. Poor me! And when the rain was not too dense I ran to my office. Ran as fast as I can.
When I arrived at the office, I was totally a mess! My clothes are wet. My shoes are wet and also dirty. Thank's God I wore a waterproof bag so my stuff inside didn't get wet. And here I am, freezing while I'm writing this post.
Usually, I love rain. I love being in the middle of the rain. But this time, rain is coming in imperfect time. But really I don't hate rain. Because rain is a gift from God. There's only one thing 'Rain Make Me Wet'.

Wednesday, May 4

Got Quoted?

" If you are a BIG FAT girl, it's okay as long as your HEART is as big as your body".

Puck Syndrom on Me

Hellooww mellow,

As the title above, I bet you certainly know what's this post it's all about. Yeah, it's all about Noah ' Puck' Puckerman. This character played by Mark Salling. I love this 'Puck' so much. He's handsome, has a bad boy look, cool, and I love him more since the episode he likes Lauren Zizes 'the Big Girl'! I dont know, i just melted everytime I saw him trying to get Lauren's attention and make her fallin in love with him. It's just so so romantic I guessed * I wish there were someone who done the same thing to me :(* In fact, I just love the character not the cast. And you know what, i'm really dying to see him. So I submitted my self to the 'Glee Live Concert Contest' on www.starworldasia.com/glee2. I wish I won the contest, so I can go to London to meet PUCK (Mark Salling) singing a song for me, LOL! Wish me luck, please.. Amin Here are some photos of me n puck:
Look at our eyebrow, we had the same look.. :p
Here we are on fake 'People Magz'